Tapi bukan ini yang kuingin bicarakan, aku ingin m embicarakan masa lalu yang kulalu bersama lelaki hebatku. Terkadang ingin sekali membenci masa lalu, ingin segera membuangnya secara cepat. Masa lalu yang tak perlu kuingat-ingat, dan mengemasnya secara rapi kemudian akan kusimpan di museum. Tapi bukankah masa lalu merupakan proses kedewasaan? kata seorang pria, "masa lalu tak harus disesali, walaupun kamu mencemaskan masa depan. Tetap nikmatilah masa sekarang, karen asuatu saat kamu akan merindukan masa sekarang".
Ah! seorang itu benar! suatu hari aku kan merindukan masa sekarang dan aku akan tertawa terbahak-bahak mengingatnya.
"Lantas bagaimana caraku menikmati sakit ini?"
Rasanya seperti sebuah tamparan keras saat kamu berkata, "aku dekat seorang wanita. Dia wanita yang rajin dan aku pemalas.." . "Siapa wanita itu?", pikirku. Entahlahh..Aku tak berniat menanyakan lebih dalam, aku pikir kamu mulai tertarik dengan wanita itu. Lalu benarkah posisiku telah tergantikan?
Kata seorang sahabat, " kamu harus tegas! jangan mau digantung, kamu harus tanyakan perasaannya ke kamu sekarang!", "Untuk apa? bahkan itu memalukan diriku sendiri. Bukankah aku tak punya hak lagi untuk melarangnya?" jawabku.
Percakapan terhenti, dan aku terus bertarung dengan hatiku. Ya mungkin tak seharusnya aku terus menimbun perasaanku, ,menjaganya dengan penuh hati-hati, mengumpulkan harapan-harapan palsu. Seharusnya aku tak perlu lagi melakukan itu semua!


0 komentar:
Posting Komentar