Insting seorang ibu takkan salah, ketika anak perempuan satu-satunya ini tengah menangis terisak-isak di pojok kamarnya ditemani dua HP nya yang setia berada dalam genggaman tangan. Kamar sengaja kugelapakan, agar tangis isakku tak terlalu jelas terlihat. Untunglah di luar hujan, suara isakkupun tak begitu terdengar dengan jelas. Namun seorang ibu tak juga kehabisan akal untuk mengetahui keadaan anaknya ini. Beliau mulai menanyakan hal-hal sepele, hanya untuk memastikan anaknya baik-baik saja di pojok kamar. Bahkan mulai memarahi dengan alasan sepele hanya untuk mengisyaratkan agar aku tak perlu menyebunyikan tangisan. Tetap saja inginku sembunyikan perasaan inis sejauh mingkin, agar tak seorang reumahpun tahu.
Hari ini aku puasa, seharusnya aku dapat menikmati hidangan puasa favoritku. Seharusnya aku dapat menukmatinya dengan lahap. Ah entah aku sudah kehilangan selera, perut terasa sudah sangat terasa kenyang oleh pesan singkat yang kamu kirim. Tega sekali aku tak menyentuh hidangan dari ibu cuma karna kegalauan hati.
Kamis, 24 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar