Kamis, 24 Oktober 2013

Motivasi

Masalah dalam hidup hanyalah sebuah proses pendewasaan diri. Semua tergantung pada sikap yg kamu pilih dalam menyelesaikannya.

Tak ada yang abadi, begitu juga hati. Jangan menunggu tuk ungkap isi hati, ketika kau sadari hanya tangis yg menghiasi.

Ketika kamu bertemu seseorang yg pernah meninggalkanmu, berterimakasihlah. Karena dia, kamu menemukan cintamu saat ini.

Ketika kamu bertemu seseorang yg peduli padamu, berterima-kasihlah. Karena dia, kamu menyadari betapa istimewanya kamu baginya.

Ketika kamu bertemu seseorang yg mencintaimu, berterima-kasihlah. Karena cintanya mampu membuatmu menjadi pribadi yg lebih baik.

Kamu tak akan bisa membenci jika tak mencinta, namun membenci tak ada gunanya. Jangan biarkan cintamu menjadi benci.

Hidup itu susah dan kadang menjatuhkanmu ke dasar, namun sadarilah bahwa ia jg memberimu pilihan tuk bangun dan bangkit kembali.

Hanya karena seseorang mencintaimu dengan tulus, bukan berarti mereka tidak akan pernah meninggalkanmu. Tak ada yang abadi.


24-10-13

Insting seorang ibu takkan salah, ketika anak perempuan satu-satunya ini tengah menangis terisak-isak di pojok kamarnya ditemani dua HP nya yang setia berada dalam genggaman tangan. Kamar sengaja kugelapakan, agar tangis isakku tak terlalu jelas terlihat. Untunglah di luar hujan, suara isakkupun tak begitu terdengar dengan jelas. Namun seorang ibu tak juga kehabisan akal untuk mengetahui keadaan anaknya ini. Beliau mulai menanyakan hal-hal sepele, hanya untuk memastikan anaknya baik-baik saja di pojok kamar. Bahkan mulai memarahi dengan alasan sepele hanya untuk mengisyaratkan agar aku tak perlu menyebunyikan tangisan. Tetap saja inginku sembunyikan perasaan inis sejauh mingkin, agar tak seorang reumahpun tahu.

Hari ini aku puasa, seharusnya aku dapat menikmati hidangan puasa favoritku. Seharusnya aku dapat menukmatinya dengan lahap. Ah entah aku sudah kehilangan selera, perut terasa sudah sangat terasa kenyang oleh pesan singkat yang kamu kirim. Tega sekali aku tak menyentuh hidangan dari ibu cuma karna kegalauan hati.


Selesai

Jadi kemana saja aku selama ini?
Masih berada di bus yang sama menantimu di tempat duduk paling belakang.
Ternyata kau tengah asik becanda dengan wanita yang kau sukai itu di tempat duduk terdepan.
Ah bodoh! aku terlambat menyadarinya ada wanita itu disampingmu

Aku mulai terlena dengan pikiranku.
Kamu dan dia sudah terlalu dekat
dari satu kelas, sering survey bareng mungkin sudah berbonceng bersama mengelilingi tempat favorit kita
tempat satu magang, dan entahlahh apa lagi yang kutak tahu
Bahkan dengan gamblang kamu mengatakan kamu menyukainya, dan dia merespon.
Medengar itu seperti tertusuk bara api tengah di jantung.
Kamu tau bagaimana rasanya sayang?

Mungkin wanita itu orang yang selama ini kamu cari, kamu butuhkan
Mungkin wanita itu yang akan menggantikanku
meneruskan tugasku sebagai tempatmu kembali
Mungkin wanita itu yang akan membawamu meraih masa depan

Tersadar aku dari lamunan
Aku harus segera turun dari bus ini
Aku harus segera berbenah diri termasuk hatiku yang tak lagi berbentuk
Ya harus lekas turun!

Menanti bus yang baru
Yang akan membawaku ke tujuan

Teruntuk Lelaki Hebatku

Maaf aku masih terlalu labil atau mungkin masih terlalu banyak menyimpan harapan.
Maaf aku terlalu lancang menuliskanmu disini.

Sebenarnya aku terkadang masih penasaran apa yang kamu pikirkan selama ini tentang perpisahan kita?
Apakah kamu berfikir aku adalah orang yang membosankan?
Apakah kamu berfikir aku adalah orang yang tidak pengertian?
Apakah kamu berfikir aku adalah orang bodoh yang tak bisa kamu ajak diskusi?
apakah kamu fikir aku tak rupawan tak bisa diajakmu berpergian?
Atau mungkin cintamu telah kadarluasa..
Ah entahlahh!
Aku tak tahun kemana arah pikiranmu

Aku juga penasaran sedang apa kamu saat ini
mungkin kamu sedang tertawa terbahak-bahak dengan temanmu
Atau sedang bercengkrama menikmati acara televisi bersama keluargamu
Atau sedang berdiskusi dengan wanita yang kamu sukai itu
Atau kamu sedang berteduh bersamanya, menunggu hujan reda
lagi-lagi kutak tahu..
Yang kutahu kamu tengah berbahagia menikmati hidupmu tanpa aku

Masa Lalu

Dalam kamus bahasa Indonesia masa lalu adalah peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Kalau kata orang bijak masa lalu sebaiknya dijadikan motivasi. Sebagai pembelajaran dalam hidup.

Tapi bukan ini yang kuingin bicarakan, aku ingin m embicarakan masa lalu yang kulalu bersama lelaki hebatku. Terkadang ingin sekali membenci masa lalu, ingin segera membuangnya secara cepat. Masa lalu yang tak perlu kuingat-ingat, dan mengemasnya secara rapi kemudian akan kusimpan di museum. Tapi bukankah masa lalu merupakan proses kedewasaan? kata seorang pria, "masa lalu tak harus disesali, walaupun kamu mencemaskan masa depan. Tetap nikmatilah masa sekarang, karen asuatu saat kamu akan merindukan masa sekarang".
Ah! seorang itu benar! suatu hari aku kan merindukan masa sekarang dan aku akan tertawa terbahak-bahak mengingatnya.

"Lantas bagaimana caraku menikmati sakit ini?"

Rasanya seperti sebuah tamparan keras saat kamu berkata, "aku dekat seorang wanita. Dia wanita yang rajin dan aku pemalas.." . "Siapa wanita itu?", pikirku. Entahlahh..
Aku tak berniat menanyakan lebih dalam, aku pikir kamu mulai tertarik dengan wanita itu. Lalu benarkah posisiku telah tergantikan?
Kata seorang sahabat, " kamu harus tegas! jangan mau digantung, kamu harus tanyakan perasaannya ke kamu sekarang!", "Untuk apa? bahkan itu memalukan diriku sendiri. Bukankah aku tak punya hak lagi untuk melarangnya?" jawabku.

Percakapan terhenti, dan aku terus bertarung dengan hatiku. Ya mungkin tak seharusnya aku terus menimbun perasaanku, ,menjaganya dengan penuh hati-hati, mengumpulkan harapan-harapan palsu. Seharusnya aku tak perlu lagi melakukan itu semua!

Senin, 23 September 2013

sepucuk surat untukmu

Wahai laki-laki hebatku..
Malam ini telah kutemukan kemana kuharus melangkah
aku ingin menjadi sebuah petromaks yang berada di tengah sawah kala senja
aku ingin menjadi orang berguna disekelilingku, dengan segala keterbatansanku
aku akan menjadi orang yang pertama bahagia ketika melihatmu bahagia

wahai laki-laki hebatku..
tenanglah, aku akan baik-baik dengan segala perasaan yang ada
karna dalam diampun aku dapat mencintaimu dengan sempurna


mengenang 100 hari

untukmu laki-laki hebatku. iya untukmu..
seorang laki-laki yang kukenal lebih dari 4 tahun yang lalu yang penuh ambisi dan semangat tinggi untuk meraih cita-cita untuk membuat bangga keluarganya. Seorang lelaki yang rela mengorbankan hatinya demi membanggakan  keluarga. Jujur sejak mengenalmu, aku bangga terhadapmu. Aku suka caramu mencintai Allah, aku suka caramu memperlakukanku, aku suka cara pemikiranmu. Manusia itu memang tidak ada yang sempurna, termasuk kamu. Tapi entahlah, mungkin aku telah terhipnotis oleh auramu sehinnga dari 3 tahun yang lalu sampai sekarang aku selalu bisa menerima segala tingkahmu yang terkadang mengesalkan. Dan lagi lagi aku selalu dapat memaafkan meski kamu tak mengucapkannya. Kamu itu hebat, memiliki semangat yang tak pernah luntuh untuk menggapai cita-citamu. Aku ingat dengan jelas ketika kamu bilang, " aku ingin punya rumah yang besar ada kebunnya yang luas pula. aku juga ingin berpenghasilan 10jt/bulan". Dan keinginan-keinginanmu yang lain masih terekam diotakku. ya, suatu hari nanti kamu pasti bisa!

Terkadang aku iri padamu, melihat semangatmu yang terus membara sedangkan semangatku suka pergi tanpa izin. Aku iri padamu yang sibuk dengan kegiatan-kegiatan organisasi dikampusmu sedangkan aku tak tertarik dengan kegiatan di kampusku. Aku lebih suka kegiatan di luar kampus yang menurutku lebih mengena pada masyarakat langsung. Aku suka jengkel kala kamu sibuk dengan kegitanmu, sedangku menunggu handpone-ku berbunyi dengan harap cemas itu kabar darimu. Sejak kejadian 100 hari yang lalu, tanpa sengaja kamu berhasil membuatku galau disetiap matahari terbenam. Tak satu haripun kulewatkan tanpa menunggu kabar darimu pada jam itu. Aku sengaja tak memberimu kabar apapun tentangku, berharap kamu akan menanyakan. Tapi harapan yang terus aku dapat. Mungkin kamu sudah lelah seharian beraktifitas, sehingga lupa menanyakan kabarku. Atau mungkin kamu selalu menganggap aku baik-baik saja dan mungkin kenyataan pahitnya memang tak ada yang perlu dibahas diantara kita.

Dengan berjalannya waktu kita seperti berada dipersimpangan jalan, dan kamu memilih untuk berlari duluan meninngalkanku dipersimpangan tanpa ada jejak darimu. Kemana harusku melangkah? haruskah aku menunggumu disini, ditempat yang sama kala kamu meninggalkanku? Tapi hidupku harus berjalan, aku harus menentukan langkahku. Yaa aku terus berjalan dengan bayanganmu,  berharap ada persimpangan lagi yang mempertemukan kita di waktu yang tepat dengan keadaan yang lebih baik. Semoga..

Rabu, 28 Agustus 2013

"Melewatkanmu" Adera

Melewatkanmu di lembaran hariku
Selalu terhenti di batas senyumanmu 
Walau berakhir cinta kita berdua 
Hati ini tak ingin dan selalu berdusta

Lupakanmu takkan mudah bagiku
Selalu ku coba namun aku tak mampu 
Membuang semua kisah yang telah berlalu 
Di sudut relung hatiku yang membisu ku merindukanmu

Harusnya ku telah melewatkanmu 
Menghapuskanmu dari dalam benakku 
Namun ternyata sulit bagiku 
Merelakanmu pergi dari hatiku

Selalu ingin dekat tubuhmu 
Namun aku tak bisa karena kau telah bahagia

Harusnya ku telah melewatkanmu
Menghapuskanmu dari dalam benakku 
Namun ternyata sulit bagiku 
Merelakanmu pergi dari hatiku (hatiku)

Selalu ingin dekat tubuhmu

Namun aku tak bisa, namun aku tak bisa 
Karena kau telah bahagia
 
FEBRIYANTI Blogger Template by Ipietoon Blogger Template